Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Sabtu, 26 Februari 2011

makalah Penerapan nilai nilai pancasila di era globalisasi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pancasila sebagai dasar negara merupakan ideologi yang memberikan pedoman dalam kehidupan bernegara, yaitu dalam bidang sosial, budaya, ekonomi, politik, sosial dan hankam. Nilai-nilai pancasila tidak hanya sekedar harus diketahui, melainkan harus sampai kepada tingkat pengamalan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Globalisasi adalah tantangan bangsa ini yang bermula dari luar dan tentunya memberikan tantangan yang mau tidak mau harus dihadapi bangsa ini.
Dalam sila kelima, untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama dalam hidup kenegaraan harus ada jaminan perlindungan bagi seluruh warga. Untuk mewujudkan tujuan tersebut seluruh warganya harus dijamin berdasarkan suatu prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama.
Masyarakat Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang seimbang, dan dengan menghormati hak orang lain dapat menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Tapi dalam prakteknya, Indonesia mempunyai banyak cerita kelam tentang pelanggaran HAM. Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia.


1.2 Identifikasi Masalah
Dalam pelaksanaanya, banyak sekali penyimpangan terhadap nilai-nilai pancasila baik itu dalam kehidupan sehari-hari di keluarga maupun masyarakat dan negara
Permasalahan yang akan saya bahas mengenai:
a. Cara Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban di Indonesia sekarang ini ?
b. Bagaimana cara melindungi dan menghormati hak orang lain ?
c. Apakah penegakan HAM di era globalisasi berjalan sesuai fungsinya?


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 MENJAGA KESEIMBANGKAN ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN DI INDONESIA

Hak dan kewajiban harus seimbang dan tidak ada yang lebih diutamakan, ada kalanya kita akan lebih antusias bila menujukan dan mengarahkan kata KEWAJIBAN itu bagi orang lain diluar diri kita. Sementara ketika kita membicarakan kata HAK, biasanya akan lebih nyaman dan menyenangkan bila kata ini diarahkan pada diri kita. Sebelum kita membicarakan mana yang harus lebih diutamakan dan didahulukan, atau bahkan sebelum kita mengatakan kita harus menyeimbangkan hak dan kewajiban, dengan cara bagaimana bila saat kita berbicara hak itu kita tujukan pada orang-orang diluar diri kita, sedangkan saat membicarakan tentang kewajiban itu kita tujukan pada diri kita terlebih dahulu.
Dalam kondisi globalisasi saat ini, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban masih di ragukan, karena saat ini masyarakat lebih mementingkan haknya daripada melaksanakan kewajiban warga Negara. Contohnya kewajiban membayar pajak, ketidakpercayaan masyarakat terhadap instansi Perpajakan di pemerintah membuat masyarakat enggan untuk membayar pajak. Padahal Negara sudah menyediakan fasilitas untuk masyarakat, meskipun belum memadahi.

2.2 MENGHORMATI HAK ORANG LAIN

Negara wajib melindungi hak asasi warganya sebagai manusia secara individual berdasarkan ketentuan-ketentuan yang ada dengan dibatasi oleh ketentuan agama, etika moral, dan budaya yang berlaku di Negara Indonesia dan oleh sistem kenegaraan yang digunakan. Maksudnya disini adalah bahwa negara wajib melindungi hak asasi warganya selama tidak mengganggu atau membuat kerugian hak asasi warganya yang lain. Dalam sila kemanusiaan yang adil dan beradab, bangsa Indonesia mengakui, menghargai, dan memberikan hak yang sama kepada setiap warganya untuk menetapkan Hak Asasi Manusia (HAM). Kebebasan HAM tidak mengganggu dan harus menghormati HAM orang lain. Jadi hak asasi kita berbatasan dengan hak asasi orang lain. Sikap tersebut harus tetap dijaga untuk menumbuhkan toleransi dan kerjasama. Dengan demikian keadilan pun dapat tercipta. Nilai pancasila Menghormati hak orang lain masih berlaku dan masih bisa eksis di indonesia. Contohnya di Jurusan Administrasi Niaga, sekarang pihak jurusan menerapkan peraturan dilarang merokok dilingkungan Gedung Perkuliahan, hal ini menunjukkan keseriusan pihak Jurusan untuk menghormati hak mahasiswa yang tidak merokok dan masyarakat kampus yang ingin menghirup udara segar.

2.3 PENEGAKAN HAM DI ERA GLOBALISASI

Indonesia memiliki wadah organisasi yang mengurus permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas HAM. Adanya peraturan hukum tentang HAM dan Komnas HAM tidak otomatis membuat penegakan HAM menjadi baik. Pelanggaran HAM terus berlangsung,dan ini telah menjadi budaya bagi Negara kita. Lemahnya penegakan, pengakuan dan penghargaan terhadap hak asasi manusia, terutama bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya di Indonesia, contohnya diskriminasi masyarakat lokal, dan makin buruknya lingkungan hidup sekitar akibat pencemaran limbah yang dilakukan oleh perusahaan multinational, permasalahan tersebut bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah, akan tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama, termasuk mahasiswa yang berperan sebagai agen perubahan dituntut untuk lebih proaktif mengedukasi dan masyarakat kecil yang rentan menjadi korban pelanggaran HAM agar menjadi lebih sadar dan berani membela hak-haknya.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

sebagai makhluk sosial kita harus mampu mempertahankan dan memperjuangkan HAM kita sendiri. Di samping itu kita juga harus bisa menghormati dan menjaga HAM orang lain jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM.
Dalam menjaga HAM kita harus mampu menyeimbangkan dan mengimbangi antara HAM kita dengan HAM orang lain juga hak dan kewajiban kita, apabila kita tidak dapat menyeimbangkan akan tercipta ketidaknyamanan kita di masyarakat, untuk itu perlu dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga kesinambungan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
Penegakan hak pada masa globalisasi tidak hanya membutuhkan peran pemerintah, tetapi juga mahasiswa sebagai agent of change.

0 komentar:

Poskan Komentar